Pendidikan adalah entitas murni bagi pemajuan ranah fikir dan sikap. Namun, di Indonesia pendidikan merupakan produk politik oportunis yang pada akhirnya menciptakan kebobrokan moral yang cukup signifikan. Sistem pendidikan Indonesia banyak melahirkan “pemikir” handal, tetapi jarang menghasilkan “praktisi” handal.
Banyak institusi pendidikan yang kini menjadi bussines cappacity setelah otonomi kampus dilaksanakan. So, meskipun seorang mahasiswa bodohpun bisa dapat gelar kesarjanaan asal bisa bayar lebih. Lantas, dimanakah keadilan pendidikan bagi kaum papa?
Yth. Pak Sis, anda adalah salah satu guru yang saya kagumi pada waktu di SKMA, karena obyektifitas dan keberanian anda untuk berkonfrontasi dengan kebobrokan sistem pendidikan yang ada. Semoga di tangan anda akan lahir generasi penerus yang mumpuni, memiliki kepekaan sosial dan integritas moral.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar